Motor

Pemerintah Targetkan Produksi 2 Juta Motor Listrik Pada 2025

Pemerintah Targetkan Produksi 2 Juta Motor Listrik Pada 2025

DEPOK POS – Pemerintah semakin serius untuk mencanangkan program Green Mobility dengan memperbesar populasi kendaraan listrik di Indonesia. Demi mengurangi emisi karbon, pemerintah telah menargetkan produksi 2 juta motor listrik pada 2025.

Hal ini sejalan dengan keluarnya Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2022 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) sebagai Kendaraan Dinas Operasional dan/atau Kendaraan Perorangan Dinas Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah.

Adanya Inpres ini akan menjadi katalis peningkatan produksi kendaraan ramah lingkungan sekaligus menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam percepatan era elektrifikasi di Indonesia.

“Kami terus melakukan pendalaman terkait dengan industri kendaraan electric vehicle, baik itu untuk kendaraan roda empat maupun roda dua. Khusus untuk roda dua, ada target dari Bapak Presiden dalam waktu yang sesingkat-singkatnya bisa segera memproduksi dua juta unit pada 2025,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dikutip dari pernyataan resminya pada kunjungan kerja di PT Triangle Motorindo (VIAR Motor) di Semarang, Jawa Tengah (14/10).

Triangle Motorindo (VIAR Motor) merupakan salah satu perusahaan otomotif masuk ke dalam 35 daftar perusahaan produsen motor listrik yang akan mendukung pemerintah untuk dapat mencapai target tersebut.

Menperin Agus bilang “Hal ini untuk mencapai target pemerintah untuk Indonesia menurunkan emisi sebanyak 29% di 2030 dan mencapai target emisi nol atau net zero emission pada 2060″.

Dengan lahan pabrik yang luas di Kawasan Industri Bukit Semarang Baru (BSB), perseroan mampu meningkatkan sistem dan kapasitas produksi dimana perusahaan dapat memproduksi hingga 1.000 unit motor listrik per-harinya. Kemampuan produksi ini diakui perseroan menjadikan VIAR Motors menjadi salah satu pabrik otomotif terbesar di tanah air.

“Pabrik baru seluas 20 hektare ini memiliki kapasitas produksi hingga 1.000 unit per hari sehingga menjadikan kami sebagai salah satu pabrik otomotif terbesar di Indonesia. Tak hanya itu, perusahaan juga terus meningkatkan hilirisasi industri komponen dalam negeri untuk menjadi bagian dari rantai pasok VIAR,” ungkap General Manager VIAR Motor Dimas Tommy Radityo, Jumat (14/10).

Berkat kemampuan kapasitas dan kualitas produksi ini juga yang membuat perseroan mampu memasok 6.000 unit motor listrik dengan merek VIAR kuartal pertama untuk perusahaan transportasi online Grab di 2017 lalu.

“Motor listrik Q1 ini lebih dari 6.000 unit telah digunakan oleh Grab sebagai armada operasional para drivernya di delapan kota besar. Di sini menunjukkan ketahanan dari unit Viar Q1 yang dibuktikan dengan durasi operasional pada driver yang mencapai lebih dari 100km per hari,” kata Dimas.

Dimas berharap, VIAR Motor sebagai produk anak bangsa bisa diterima masyarakat luas di Indonesia. Apalagi secara kualitas, produk dalam negeri bisa bersaing dengan produk asing. Dukungan nyata dari pemerintah diperlukan oleh produk dalam negeri untuk ikut membantu menanamkan kebanggaan masyarakat dalam menggunakan produk dalam negeri.

Dukungan ini dapat berupa edukasi dan sosialisasi yang hingga saat ini perlu dijalankan bersama-sama dengan industri. Begitu juga dengan dukungan infrastruktur agar penempatan Battery Swap Station di public space digratiskan, sehingga memberikan stimulan bagi Industri kendaraan dan industri baterai di Indonesia.

“Ke depan, kami yakin dengan banyaknya battery swap station dan SPKLU akan meyakinkan masyarakat untuk konversi menggunakan kendaraan listrik,” lanjut Dimas.

Baca Juga: Wamenkeu: Insentif Fasilitas Perpajakan Dorong Investasi dan Hirilisasi

Hingga saat ini VIAR motors diketahui sudah memproduksi kendaraan roda dua berbahan bakar bensin maupun yang berbasis battery (EV), dan sepeda motor roda tiga angkutan barang dengan peruntukan pelaku usaha UMKM dan pertanian.

“Saat ini, kami bekerjasama dengan IKM lokal Jawa Tengah untuk menjadi bagian supply chain kami dalam rangka peningkatan kandungan TKDN. Kami berharap ada keberpihakan”, lanjut Dimas.

Sementara itu Menteri Agus mengatakan perlu dilakukan sosialisasi dan edukasi mengenai keuntungan yang bisa didapatkan oleh konsumen dalam penggunaan kendaraan yang ramah lingkungan. Di sisi produsen, Kemenperin senantiasa mendorong industri otomotif dapat menghasilkan beragam produk inovatif dengan teknologi kendaraan listrik mutakhir.

“Saat ini, sosialisasi dan edukasi menjadi salah satu langkah yang sangat penting, misalnya terkait dengan dampak positif bagi ekonomi dan lingkungan serta kenyamanan pakai kendaraan listrik,” kata Menperin Agus,

Lebih lanjut, Menperin Agus menekankan kepada produsen kendaraan listrik untuk terus mengoptimalkan penggunaan komponen dalam negeri sehingga secara langsung akan meningkatkan nilai tingkat komponen dalam negeri (TKDN).

“Pengoptimalan nilai komponen lokal ini dapat meningkatkan potensi pasar kendaraan akibat diterbitkannya Inpres No 7 Tahun 2022,” lanjut Menperin Agus,

Upaya tersebut juga sesuai amanat Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 6 tahun 2022 tentang Spesifikasi, Peta Jalan Pengembangan, dan Ketentuan Penghitungan Nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle).

“Dengan demikian, kendaraan listrik yang telah memenuhi batasan minimal TKDN sesuai Perpres 55 Tahun 2019 dapat mengisi permintaan kendaraan dinas dan operasional pemerintah sesuai Inpres 7/2022,” paparnya.

Show More

Berita terkait

Back to top button