MotorTips

Waspada! Ini 8 Ciri Oli Motor Palsu yang Berbahaya

Waspada! Ini 8 Ciri Oli Motor Palsu yang Berbahaya

Penggunaan oli yang tidak asli bisa membuat komponen yang ada pada mesin motor berpotensi rusak.

DEPOKPOS – Peran oli yang vital bagi motor membuat pemilik kendaraan harus memahami cara memilih oli mesin yang tepat.

Umumnya pihak pabrikan akan memberikan rekomendasi jenis oli yang sesuai dengan kondisi mesin kendaraan. Agar tidak salah saat akan membeli.

Penggunaan oli yang tidak asli bisa membuat komponen yang ada pada mesin motor berpotensi rusak. Lalu, seperti apa ciri-ciri oli untuk motor yang palsu dan bagaimana cara membedakannya?

Berikut ini ciri-ciri oli palsu dan perbedaannya dengan asli:

Harga

Berdasarkan harga sebenarnya sudah bisa terlihat perbedaan antara oli motor palsu dengan yang asli. Untuk oli asli pada umumnya memiliki harga jual yang hampir sama atau tidak berbeda jauh di seluruh toko yang ada di Indonesia.

Sedangkan pada oli yang palsu berani memberikan harga yang sangat murah. Namun, ciri oli motor palsu berdasarkan perbedaan harga tersebut tidak bisa dijadikan patokan yang baku.

Kemasan

Ciri kedua untuk mengetahui keaslian oli motor adalah dengan memperhatikan bagian kemasannya. Jika dibandingkan, akan terlihat bahwa bagian tutup, badan botol, dan juga labelnya terdapat perbedaan. Berikut informasinya.

Tutup Botol

Cara membedakan antara oli asli dengan yang palsu berdasarkan kemasannya bisa terlihat dari bagian tutup botolnya. Sebagai informasi, kemasan oli dari pabrikan oli resmi menggunakan tutup botol dengan desain sekali pakai.

Selain itu, pada bagian tutupnya terlihat rapat dan kencang karena terdapat seal yang berfungsi sebagai pengunci dari tutup botol oli. Kondisi ini berbanding terbalik dengan bagian tutup botol yang ada pada oli palsu.

Di bagian tutup botol kemasan oli yang palsu tidak diberi seal sehingga bagian tutup botol oli terkesan longgar.

Botol

Bagian kemasan yang perlu diperhatikan untuk mengetahui apakah oli yang ditawarkan asli atau palsu adalah bentuk botolnya.

Pada botol oli yang asli pastinya menggunakan kemasan botol baru, berwarna cerah dengan kondisi tidak ada goresan atau terlihat penyok. Berbeda dengan kondisi botol oli palsu.

Sebab, pada umumnya penjual oli yang “nakal” akan menggunakan botol bekas sehingga tidak heran jika pada kemasan botol akan terdapat goresan atau penyok.

Bagi yang kerap membeli oli motor, tentu dengan mudah bisa membedakan antara botol oli motor palsu dan yang asli.

Jika masih awam, sebaiknya sering mencermati bentuk botol oli asli agar tidak salah beli.

Label

Ciri oli motor palsu berikutnya bisa terlihat dari label pada kemasan oli. Label yang melekat pada kemasan oli palsu terlihat kusam atau buram karena menggunakan botol oli bekas pakai.

Selain itu, ada pula yang menggunakan label dari kertas stiker yang murah (stiker bontak). Berbeda dengan kemasan label yang ada pada oli asli.

Produsen oli resmi akan menggunakan stiker yang umumnya terbuat dari bahan vinyl dan berwarna cerah serta font huruf yang bisa terbaca dengan jelas. .

Secara keseluruhan, kemasan oli yang palsu akan terlihat kurang presisi, buram, dan font penulisan yang blur. Sedangkan pada kemasan oli asli memiliki warna yang cerah, presisi, dan tidak buram dengan font penulisan yang juga terlihat rapi.

Jadi, jika ada yang menawarkan oli dengan ciri-ciri kemasan tidak meyakinkan, sebaiknya jangan dibeli karena kemungkinan oli tersebut adalah palsu.

Tanda Pengaman

Banyaknya oli palsu yang beredar di pasaran membuat produsen oli harus melakukan berbagai upaya, salah satunya adalah dengan menambahkan tanda pengaman ekstra berupa segel, barcode, atau stiker hologram.

Tanda pengaman inilah yang tidak akan ditemukan pada oli motor palsu. Ini merupakan ciri oli motor palsu ketiga yang harus diperhatikan ketika akan membeli pelumas untuk kendaraan kesayangan Anda.

Khusus untuk tanda pengenal pada oli yang berupa barcode, jangan dibeli apabila kode barcode pernah di-scan. Sebab, barcode tersebut hanya bisa di-scan sebanyak satu kali.

Jadi, apabila tertera informasi bahwa barcode pernah di-scan sebelumnya, ada kemungkinan isi dari kemasan oli tersebut sudah diganti dengan yang palsu.

Kode Produksi

Ciri berikutnya yang menandakan oli tersebut palsu adalah tidak adanya kode nomor produksi yang tertera pada kemasan. Kalaupun ada, belum tentu nomor produksi tersebut sesuai antara yang ada pada botol kemasan dengan di tutup botolnya.

Untuk memastikan apakah kode nomor produksi tersebut dari produsen oli secara resmi atau tidak, Anda bisa mengeceknya di internet.

Bau dan Warna Oli

Ciri oli motor palsu juga bisa dilihat berdasarkan warna dan bau dari oli itu sendiri. Untuk oli motor yang asli pada umumnya berwarna biru, kuning keemasan, atau merah.

Selain itu, oli yang benar-benar asli dan berkualitas tidak mengendap, terlihat jernih dan bening. Bau atau aroma dari oli yang asli nyaris tidak berbau, walaupun ada sebagian yang memiliki aroma wangi.

Sedangkan pada oli palsu warnanya terlihat kecoklatan cenderung hitam dan keruh karena berasal dari oli bekas yang kemudian disaring.

Pada oli yang palsu juga terlihat ada endapan yang berasal dari penambahan zat kimia tertentu. Tidak hanya itu, sebagian besar oli palsu beraroma tidak sedap, menyengat, atau berbau tengik.

arahnya lagi, ada sebagian oli palsu yang beratnya lebih ringan dibandingkan dengan botol pada oli palsu atau berat bersih oli palsu dalam botol tidak sesuai dengan yang tertera di kemasan.

Show More

Berita terkait

Back to top button